4 Pertimbangan bagi Sekolah dalam Menentukan Tema di Program Pelatihan Guru

Hallo sobat Guru, Kebutuhan akan pelatihan atau tambahan semangat bagi guru di sebuah sekolah biasanya datang saat awal pergantian tahun ajaran, di tengah tahun atau di pergantian cawu.
Tulisan ini akan membantu para pengelola sekolah dan yayasan atau kepala sekolah dalam merencanakan kebutuhan pelatihan bagi guru di sekolahnya. Berikut Beberapa kesalahan yang biasa terjadi saat proses ini adalah

Pelatihan Guru, Seminar Guru
1. Sekolah asal menentukan tema tanpa perencanaan dan riset yang mendalam. Akibatnya guru kurang merasa terlibat atau memerlukan tema yang diberikan.
2. Sekolah asal mencari pembicara yang terkenal. Pembicara yang sering ada di TV atau di surat kabar mungkin bagus dalam soal wacana namun lemah dalam implementasi. Ia hanya tahu konsep tapi tidak tahu bagaimana cara penerapan dan belum pernah ‘berkeringat’ di kelas sebagai guru. Di lapangan guru perlu implementasi atau program yang aplikatif sehingga memudahkan pelaksanaan proses belajar mengajar yang ia lakukan.

3. sekolah asal melakukan kegiatan tanpa memikirkan hasil apa yang ingin dicapai. Yang penting guru ada kesibukan atau kembali bersemangat. Jadinya sekolah memanggil para motivator yang berhenti hanya menyemangati dan bukan praktisi yang punya segudang tips dan trik hasil dari pengalamannya yang teruji di lapangan.
4. Sekolah asal melaksanakan tanpa persiapan tanggal yang ditentukan jauh-jauh hari. Akibatnya guru banyak yang keburu pulang kampung atau malah belum balik dari kampung halaman. Ada juga yang sibuk alasan ini dan itu apalagi jika pembicaranya kurang menarik.
5. Sekolah asal mengirim seseorang untuk pelatihan diluar sekolah tanpa pertimbangan atau kewajiban berbagi ilmu dengan rekan sejawat(diseminasi). Mereka yang dipilih adalah orang yang senior atau mereka yang dekat dengan pimpinan. Sepulangnya dari tempat pelatihan tidak ada kewajiban untuk berbagi.

Agar terhindar dari kesalahan diatas maka sekolah mesti lakukan
1. Membentuk komite profesional development yang menentukan garis besar pelatihan yang diperlukan guru , antara lain:
– manajemen kelas
– strategi belajar mengajar
– penilaian
– kepemimpinan
– integrasi Teknologi Informasi dan komunikasi
– bimbingan dan konseling
– pelatihan konten sesuai dengan matpel
– penelitian tindakan kelas

2. Menyebarkan angket pada guru tema pelatihan, apa saja yang mereka inginkan.

3. Harta karun sebenarnya ada pada rekan sesama guru di sekolah. Buat sesi sharing antar guru, jadwalkan guru siapa pun dia untuk bisa berbagi dengan sesama.

4. Undang orang yang punya rekam jejak dan bukan sekedar orang yang hanya bisa menyemangati hanya dalam waktu sesaat, apalagi yang hanya mengharu biru para guru dengan terus-terusan ingatkan tugas mulianya sebagai pendidik. Pendidik sekarang lebih perlu tips dan trik yang mudahkan tugas- tugas mereka di kelas. (gurukreatif.wordpress.com)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s