Tugas dan Tanggung Jawab Seorang Guru

Banyak sekali tanggung jawab dan tugas seorang guru yang terkait dengan tugas diluar kedinasan yang didalam bentuk pengabdian maupun tugas kedinasan, tugas guru ini ada 3, yaitu sebagai berikut.

Pertama, terdapat macam-macam tenaga kependidikan Guru yang merupakan unsur terpenting didalam sistem kependidikan nasional yang dikembangkan dan diadakan untuk menyelanggarakan pembimbingan, pelatihan, dan pengajaran bagi setiap peserta didik. Terdapat berbagai hal yang berkenaan dengan tenaga kependidikan yang sudah diatur didalam UU Nomor 2 Tahun 1989, yang mengenai sistem kependidikan nasional.

Rumah dan Tempat Guru

Untuk tenaga kependidikan sekolah juga dijalur pendidikan luar sekolah, & pada semua jenjang pendidikan pra-sekolah. Untuk Para tenaga kependidikan yang didalam hal ini ialah guru bisa dibagi kedalam macam-macam guru diantaranya seperti sudah ada dalam aturan pemerintah Rl Nomor 38 tahun 1992 tanggal 17 Juli 1992, mengacu “kepada Tenaga Kependidikan” Sbb : Bab I (satu) Ketentuan umum, pasal 1 (satu), disebutkan bahwa didalam Peraturan Pemerintahan ini yang dimaksudkan bersama :

Pertama, Tenaga pengajar adalah guru yang bertugas utama membimbing peserta didik.

Kedua, Tenaga pembimbing adalah guru yang bertugas utama membimbing peserta didik.

Ketiga, Tenaga pendidik adalah guru yang bertugas mengajar, membimbing, dan melatih peserta didik.

Keempat, Tenaga kependidikan ialah sebagai anggota masyarakat yang mengabdikan diri secara langsung dalam menyelenggarakan pendidikan.

Kedua, Tugas seorang guru didalam bidang kemanusiaan, hal ini guru di sekolah harus bisa menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua bagi para anak didiknya, sehingga guru harus dapat menarik simpati para siswanya. Itulah tugas mulia seorang guru karena semua perhatiannya ditujukan kepada bagaimana mencerdaskan murid tersebut. Diberikan didalam kelompok maupun individu dengan tujuan untuk mengetahui kelemahan dan kemampuan yang merupakan usaha-usaha dan faktor utama dari terpecahkannya suatu masalah dalam diri sendiri. Membimbing mempunyai dua variable dalam kategori, yaitu siswa yang berprestasi rendah dibantu melalui “Perbaikan & Pengulangan”, sedangkan untuk siswa yang  mendapatkan prestasi yang telah dibantu melalui suatu “pengayaan”.

Dan yang ke tiga, Tugas seorang guru didalam bidang profesi tujuannya untuk menjadikan tugas seorang guru terdebut secara profesional, guru juga diwajibkan mempunyai seperangkat kemampuan dasar profesional yang telah diperoleh dari masing-masing guru dengan bertujuan untuk mengembangkan kemampuan melalui belajar, serta kemampuan di dalam melaksanakan tugas untuk mengembangkan kopetensi psikomotor dan kognetif-efektif.

Menurut Roestiyah, ada beberapa tugas guru dalam mendidik anak :

  • Seorang guru untuk sponsor didalam kegiatan anak-anak.
  • Seorang guru sebagai pemimpin. yang mempunyai tanggung jawab dan kesempatan dalam banyak situasi untuk membimbing anak kearah membentuk keputusan, menghadapkan anak-anak pada problem, dan pemecahan masalah.
  • Guru sebagai perencana kurikulum.
  • Pekerjaan guru sebagai salah satu profesi. Orang yang nantinya menyadari guru karena keterpaksaan yang tidak dapat bekerja dengan lebih baik, maka harus bisa menyadari dengan benar-benar bahwa pekerjaan sebagai salah satu profesi.
  • Guru sebagai manager dan administator.
  • Guru Sebagai penegak kedisiplinan, guru harus menjadi pelopor dalam segala hal, tata tertib dapat berjalan bila guru dapat menjalani lebih dahulu.
  • Guru sebagai penghubung antara sekolah & masyarakat. Yang nantinya anak akan bekerja dan hidup mengadibkan dirinya didalam masyarakat, dengan demikian anak harus dibiasakan dan dilatih di sekolah di bawah pengawasan guru.
  • Guru ialah pembimbing dalam membawa anak didiknya kearah kedewasaan, pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk anak menurut sekehendaknya.
  • Sebagai perantara kedalam belajar. Dalam artian proses belajar guru hanyalah sebagai perantara atau medium, anak pun harus bisa berusaha sendiri mendapatkan suatu pengertian atau insight, sehingga nantinya akan timbul perubahan dalam tingkah laku, sikap, dan pengetahuannya.
  • Menmpersiapkan anak untuk menjadi warga Negara yang baik.
  • Mencetak kepribadian anak yang harmonis, yang sesuai dengan cita-cita dan dasar Negara kita Pancasila.
  • Menyelenggarakan berbagai kebudayaan terhadap anak didiknya yang berupa kepandaian, kecakapan, dan pengalaman-pengalaman.

Sumber: panduanguru.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s